Bayi yang lahir..
Nyawa yang hilang..
Setiap insan semua telah dituliskan..
Burung yang terbang..Ikan berenang..Tiada satupun yang tak terencana..
Daun yang jatuh..
Hujan yang turun..
Setiap musibah dan kematian..
Tlah dituliskan..
sgala puji untuk-Mu..
Hari ini rasanya pengen teriak
You can!
You can!!
You can!!!......................
iya
Kamu bisa!
Kamu bisa!!
Kamu bisa!!!
Nothing is impossible...!!!
Beberapa masa yang lalu, kau berikan kabar gembira…Namun skarang kau sampaikan kembali berita duka…Entah kenapa, pilihan hidupmu kembali semu…Kau kembali terpisah oleh takdir Tuhan yang Maha Bijaksana…Menunggu waktu yang cepat berlalu…Hikmah pasti ada…Kau pasti bersabar slalu menjalaninya…Manusia merencanakan, Tuhan menentukan…Hanya itu yang bisa kusampaikan…Cobaan dan rintangan itu smoga menjadi kecil bagimu…Sebagai bagian perjalanan hidup…Sebagai jarum penunjuk jalan bahwa kelak kau akan tersenyum…Sebagai wujud ketegaranmu yang slalu ku kagumi…Kau tak perlu hawatir…Tak usah takut…Akan bertebaran orang banyak lagi…Mengagumimu…Menghormatimu…Menanyakanmu dengan kemurnian kalbu…Entah sampai kapan…Smoga kelak kau mendapatkan yang kau citakan…Siapa pun sosok yang beruntung itu…Untuk membahagiakanmu…Sampai kapan pun jua, kau tak perlu resah…Jika kau masih dengan kesabaranmu…Seorang yang slalu mengagumimu slama ini...
Pasti menghampiri…Untukmu…
Yesterday I had a conversation with a Pakistani.He asked me, "What do you know, during your stay in Pakistan, what is the major difference between Indonesian and Pakistani people?"
I told him, "The good thing of our people is, we have much more tolerance in differences. Though we consist of various believes and over hundreds different tribes and ethnics. The conflict is much less than here in this unique country...", I continued, "But, still I learn much more from Pakistani people, they are brave nation. And one more thing, they have high self-confident behaviour..."He smiled and said,
"You know, the self-confident and foolish, they are very slightly different...""Haha...." I laughed...

Teringat lagu lama, lagu yg sering jadi hiburan di masa lalu.., peace slalu bang Iwan...
Orang pinggiranAda di trotoarAda di bis kotaAda di pabrik pabrik
Orang pinggiran
Di terik mentari
Di jalan becek
Menyanyi dan menari
Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari
Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali
Orang pinggiran
Didalam lingkaran
Berputar putar
Kembali kepinggiran
Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari
Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali
Orang pinggiran
Bukan pemalas
Orang pinggiran
Pekerja keras
Orang pinggiran
Tidak mengeluh
Orang pinggiran
Terus mengeluh...

Mereka menyebutmu Purnama…
Saat kau terlihat sombong di atas sana..
Sempurna lingkaranmu..
Pelan lambaianmu..
Seanggun putri melati..
Seindah nirwana dalam hati..
Namun..
Ada yang ganjil saat ini..
Ketika ku tajamkan mataku..
Indahnya sinarmu isyaratkan sesuatu yang tersembunyi..
Pesan yang tak terucap..
Cukup alam dan semilir angin yang bercerita..
Hari-hari ini..
Aku merindukanmu smua..
Kerap aku mencari teman-temanmu yang lucu..
Bintang-bintang mungil yang berlari..
Yang biasa kudapati pada suasana sperti ini..
Tapi kini hanya kau sendiri..
Kemana teman bermainmu..?
Entah kenapa..
Apa kau sengaja menyuruh teman-temanmu bersembunyi..
Seperti kau bisikkan suara..
Suara lirih..
Kau paksa aku tuk slalu menghitung hari..
Seperti kau tegur aku untuk menulis usia ini..
Entahlah…
Bagaimanapun, kalau itu benar..
Smoga kau sampaikan doaku..
Agar dapat perduli dan tenang sepertimu..
Andai kau dekat di sini..
Ingin ku berucap meski satu kalimat..
Sebagai isyarat bahwa aku tlah mengerti..
Bahwa aku tlah sadar..
Tanda-tandamu sangat bernilai..
Smua kan slalu ku jadikan catatan harianku..
Sebagai sahabat setiaku..
Sebagai teman sejatiku..
Dalam mengejar mimpiku..
Dariku makhluk bernama manusia..
Untukmu ciptaan Tuhan bergelar bulan purnama…
Nothing in nature lives for itself...
Rivers don't drink their own water...
Trees don't eat their own fruits...
Sun doesn't give light for itself...
Moon doesn't ever go on honeymoon...
Flower don't spread fragrance for themselves...
Living for other is the rule of nature...
Just ask our self, are we better than nature...?
Teolog bijak berharap semoga perbedaan agama tidak menjadikan manusia berbenturan. Kerukunan antar umat beragama, kelompok, golongan dan lain-lain adalah beberapa istilah yang sering dipakai. Meski fenomena ketegangan antar umat beragama bisa dipahami, ia tetap tidak menyukai.Da’i dan kyai selalu berusaha mengajak orang sekitarnya berbuat baik sesuai ajaran agama. Lebih dari itu, perilaku yang konsisten harus terus tetap ia jaga. Da’i bijak, selain menyadarkan pentingya seruan baik, ia juga pintar membaca dan memahami jenis masyarakat apa yang dihadapi.Sosiolog bijak berpikiran ketergantunan antar individu tidak bisa dihindari. Saling membantu, menopang, melengkapi dan banyak hal yang lain. Yang jelas, tatanan sosial berjalan sebagaimana mestinya. Sosiolog harus paham tentang problematika sosial yang sering terjadi tapi tetap ia tidak menyukai.Politisi bijak paham bahwa sistem pemerintahan, kondisi sosio-politik, kebijakan negara dan seterusnya harus sejalan dengan keinginan rakyat. Meski dalam situasi tertentu dapat dimaklumi kebijakan politik kurang memihak sebagian kelompok, tetap ia tidak menyukai.Ekonom akan ringan menjawab tentang sistem ekonomi, definisi uang, produksi, konsumsi, suplai, distribusi, sistem perbankan, industri, perdagangan dan masih banyak istilah lainnya. Tapi seorang ekonom bijak akan menjelaskan bagaimana, apa dan sistem mana yang bisa memberi manfaat kepada manusia.Budayawan bijak maklum bahwa setiap kelompok memiliki adat dan budaya yang berbeda satu sama lain. Ia juga mengerti kewajibannya memberi pemahaman bahwa setiap kultur masyarakat, selama tidak merugikan nilai dan tatanan sosial, harus dihormati.Pemimpin tentu piawai dalam seni memperoleh dan mengejar jabatan sebagai pemimpin. Namun pemimpin bijak lebih memahami pengorbanan dan kerugian yang harus diberikan, bukan nama, kekuasaan, gengsi apalagi keuntungan.Bupati atau walikota sadar betul bahwa ia terpilih melalui partai dan suara sebagian rakyat pendukungnya. Bupati bijak akan memahami bahwa ia tidak hanya mengemban kepentingan pendukungnya, tapi seluruh masyarakat di sekelilingnya.Guru atau dosen harus menguasai materi pelajaran yang disampaikan. Namun seorang guru bijak akan memberi materi tambahan berupa nilai-nilai pendidikan yang positif bagi siswanya.Sejarahwan mengetahui dan menceritakan berbagai peristiwa di masa lalu. Sejarahwan bijak akan menjelaskan hikmah dan pelajaran di balik semua itu.Praktisi hukum mempelajari bahasa, kata dan sistematika penerapan sehingga membentuk sebuah peraturan yang sesuai dan padu. Praktisi hukum mengerti bahwa peraturan harus ditegakkan, namun ia akan lebih bijak jika mengerti bahwa di sana ada hal yang disebut kebijakan.Orang tua tidak disalahkan menuruti kemauan anaknya. Tetapi orang tua bijak tahu kadar keinginan anak yang mesti diberikan.Orang lemah sadar akan kelemahannya. Orang lemah yang bijak tetap mampu memberikan yang terbaik dari kelemahannya.Ternyata orang bijak banyak macamnya...